Garnacho Menuju Chelsea: Negosiasi Mulai Di Sisi Pemain (2025)

Garnacho

Garnacho Menuju Chelsea: Negosiasi Mulai Di Sisi Pemain

Latar Belakang Transfer

Alejandro Garnacho (21 tahun) saat ini tidak lagi masuk dalam rencana pelatih Manchester United, Ruben Amorim, yang menyebut sang winger “bagian dari Bomb Squad”—dan tidak mengikuti tur pramusim klub. Garnacho sangat ingin menjauh dari Old Trafford dan berganti kepemimpinan, sehingga Chelsea menjadi opsi yang sangat menarik baginya.

Perkembangan Terbaru Negosiasi

Fabrizio Romano menyebutkan bahwa saat ini negosiasi baru berjalan dari sisi pemain, sementara pembicaraan antar-klub belum dimulai secara resmi. Chelsea sudah memberi tahu Garnacho bahwa mereka mungkin akan maju ke pembicaraan lebih lanjut di akhir jendela transfer.

Menurut wartawan Uriel Lugt, perwakilan Chelsea dan tim Garnacho rencananya akan bertemu lagi minggu ini untuk menjajaki lebih jauh kemungkinan transfer sebelum batas waktu transfer musim panas.

Rumusan Harga dan Bentuk Kesepakatan

Manchester United disebut siap menerima tawaran sekitar £30 juta untuk menjual Garnacho. Rumor menyebut bahwa United lebih condong menerima kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian daripada nilai transfer yang sangat rendah—mirip kepada kasus Jadon Sancho sebelumnya.

Meski United semula meminta minimal £40 juta, situasi pasar dan sedikitnya peminat membuat mereka kemungkinan harus menurunkan angka tersebut atau mengambil opsi pinjaman sebagai kompromi.

Kenapa Chelsea Tertarik?

Walaupun Chelsea telah mendatangkan winger Jamie Gittens senilai £55 juta, plus menyelesaikan transfer Xavi Simons dari RB Leipzig, klub belum yakin situasi mereka cukup di lini depan. Mereka tetap ingin Garnacho sebagai opsi tambahan karena depth pemain sayap masih terbatas, terutama jika Simons lebih banyak berfungsi sebagai nomor 10.

Mood Garnacho: Ingin Bertahan di Premier League

Garnacho dikabarkan lebih memilih tetap bermain di Premier League, dan Chelsea adalah pilihan utamanya. Ia sudah memberi sinyal positif dengan cara menyukai postingan transfer ke Chelsea di media sosial, dan beberapa unggahan dianggap sebagai gestur kepergian dari Manchester United.

Timeline & Proyeksi

  • Pembicaraan personal terms dikabarkan berjalan baik, dengan Garnacho sudah menentukan pilihan utamanya yaitu Chelsea.

  • Negosiasi resmi antar klub mungkin baru dimulai di akhir jendela transfer (deadline day), setelah Chelsea menyelesaikan sejumlah outgoing players seperti Nicolas Jackson, Ugochukwu, dan Broja.

  • United kemungkinan akan merampungkan penjualan Garnacho dalam beberapa minggu ke depan untuk menyeimbangkan dana setelah belanja pemain baru seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha.

📌 Ringkasan Cepat

Poin Status Saat Ini
Minat Pemain Garnacho ingin ke Chelsea, sudah ada pembicaraan personal terms
Negosiasi antar klub Belum mulai secara resmi, tapi groundwork sudah berjalan
Estimasi Nilai £30 juta – kemungkinan pinjaman dengan opsi beli
Timeline Pembicaraan diprediksi berlangsung dekat dengan deadline
Faktor Penentu Penjualan pemain Chelsea untuk buka ruang registrasi & ruang gaji

Arsenal Menang Tipis 1–0 atas AC Milan (2025)

Arsenal Menang Tipis 1–0 atas AC Milan di Laga Pra-Musim di Singapura

Arsenal memulai tur pra-musim Asia mereka dengan gemilang, menaklukkan AC Milan 1–0 di National Stadium, Singapura, Rabu pagi (23 Juli 2025).

Gol Tunggal Saka dan Suasana Laga

  • Gol kemenangan lahir dari Bukayo Saka pada menit ke‑53, menyambut umpan silang matang dari Jakub Kiwior—mencetak gol lewat tusukan akurat di tiang dekat.

  • Pertandingan diwarnai cuaca panas (sekitar 30 °C) dan kelembapan tinggi, namun Arsenal tetap tampil dominan selama 90 menit.

Penampilan Pemain Muda & Debutan

  • Ethan Nwaneri (18) tampil menonjol di paruh pertama dengan aksi berkelas dan beberapa peluang mengancam.

  • Max Dowman (15) mencuri perhatian saat debut dengan gerakan lincah dan mencoba mencetak gol meski tak berhasil menggetarkan gawang.

Pertahanan Milan dan Aksi Kiper Pengganti

  • Lini belakang Milan cukup solid, meski sempat kebobolan. Kiper cadangan Lorenzo Torriani tampil impresif dengan beberapa penyelamatan penting.

  • Mereka bahkan memenangkan adu penalti pasca-laga (6–5), meski hasil resmi tetap kemenangan Arsenal 1–0.

Reaksi Manajer Arteta

  • Mikel Arteta puas dengan konsistensi tim, terutama energi dan penguasaan bola para pemain baru. Performanya jadi tanda positif jelang kompetisi resmi.

Kesimpulan

Kemenangan tipis 1–0 atas AC Milan di laga pra-musim memberi sinyal kuat: Arsenal tampil percaya diri, memanfaatkan talenta muda dan skuat baru dengan baik. Saka tetap menjadi andalan di lini depan, sementara Torriani membuktikan diri sebagai aset Milan di bawah mistar. Hasil ini memberi momentum positif menjelang musim 2025–26.

Bayern Munich Menang 4–2 Atasi Flamengo di Babak 16 Besar

Bayern Munich Menang 4–2 Atasi Flamengo di Babak 16 Besar Club World Cup

Bayern Munich tampil dominan saat menumbangkan Flamengo dengan skor 4–2 di babak 16 besar FIFA Club World Cup 2025 di Miami Gardens. Kemenangan ini membuka jalan mereka menuju perempat final, menghadapi PSG.

Deretan Gol: Efektivitas dan Kelas Harry Kane

  • Erick Pulgar mencetak gol bunuh diri di menit ke‑6 dari situasi tendangan sudut, memberi Bayern awal sempurna.

  • Harry Kane menggandakan keunggulan di menit ke‑9 lewat tembakan jarak jauh—gol kedua timnya di turnamen ini .

  • Leon Goretzka menambah keunggulan menjadi 3–1 dengan sepakan luar kotak penalti di menit ke‑41 .

  • Kane mencetak gol keduanya di menit ke‑73, memastikan total 41 gol di semua kompetisi musim ini.

Flamengo Bangkit tapi Gagal

  • Gerson memperkecil ketertinggalan di menit ke‑33 lewat tendangan deras.

  • Flamengo mendapatkan penalti dan Jorginho mencetak gol pada menit ke‑55.

  • Namun Bayern tetap mengendalikan permainan dan menutup kemenangan dengan efektif.

Statistik & Insight

  • Bayern unggul efektivitas tembakan: semua gol berasal dari peluang yang mereka ciptakan efektif.

  • Penguasaan bola tinggi dan chuyển alur serangan cepat jadi kunci—meski Flamengo cukup sering melawan pukulan balik.

  • Harry Kane menjadi figur kunci: brace-nya bukan hanya penentu laga, tapi juga menandai prestasi mencetak 40+ gol tiga musim beruntun .

Dampak & Langkah Selanjutnya

  • Bayern berhasil melaju ke perempat final dan akan menghadapi pesaing berat, Paris Saint‑Germain, dalam duel Erat Eropa di Atlanta .

  • Kemenangan ini juga menandakan kembalinya kejayaan klub Eropa setelah dominasi South America di fase grup.


Kesimpulan

Kemenangan 4–2 atas Flamengo menunjukkan Bayern Munich kembali ke performa terbaik: efisiensi, taktik matang, dan sosok striker tajam seperti Harry Kane. Momentum ini menegaskan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi—selanjutnya melawan PSG menjadi ujian berikutnya.

Kehadiran Tijjani Reijnders di Manchester City (2025)

Kehadiran Tijjani Reijnders di Manchester City: Apa Dampaknya untuk The Citizens?

Transfer Tijjani Reijnders ke Manchester City menjadi salah satu kabar paling menarik di bursa musim panas ini. Gelandang asal Belanda itu resmi diperkenalkan sebagai bagian dari skuat Cityzens, dan ia segera menjadi sorotan publik. Seperti apa prospeknya di Etihad? Simak analisis lengkapnya berikut:

Profil Singkat Reijnders

  • Posisi utama: Gelandang tengah / box‑to‑box

  • Umur saat bergabung: 25 tahun

  • Karakter bermain: Visi tajam, kemampuan operan presisi, dan energi tinggi untuk pressing

Apa yang Dibawa Reijnders ke City?

  1. Rotasi Lini Tengah Berkualitas
    Kehadirannya menghadirkan opsi rotasi yang tata dan fungsional di lini tengah, menjawab kebutuhan Pep Guardiola agar skuad tetap segar saat menghadapi jadwal padat.

  2. Transisi Pertahanan ke Serangan Lebih Cepat
    Reijnders mampu menjadi penghubung yang tepat antara lini belakang dan pemain depan. Ia piawai membawa bola maju dan menciptakan ruang serangan.

  3. Ketajaman Tembakan Jarak Jauh
    Salah satu kekuatannya adalah tembakan dari luar kotak penalti. Kemampuan ini memberi variasi ekstra saat City membutuhkan opsi gol dari jarak jauh.

Prediksi Peran di Skema Guardiola

Manchester City kemungkinan akan menggunakan formasi 4‑3‑3 atau 3‑2‑4‑1. Dalam sistem ini, Reijnders bisa ditempatkan sebagai:

  • Gelandang box‑to‑box: Mendukung serangan sambil memulihkan posisi bertahan

  • Deep‑lying playmaker: Menarik pemain ke tengah dan membuka ruang

  • Utility midfielder: Pergantian cepat di tengah jika salah satu gelandang utama absen

Tantangan yang Harus Dihadapi

  • Adaptasi ke intensitas Premier League
    Kecepatan dan fisik di liga Inggris berbeda dari Serie A. Reijnders butuh waktu menjinakkan intensitas dan taktis.

  • Saingan internal ketat
    City memiliki stok gelandang papan atas: De Bruyne, Rodri, Alvarez, hingga Kovačić. Reijnders harus tampil konsisten untuk mendapat waktu bermain reguler.

Dampak Terhadap City

Dengan kedatangan Reijnders:

  • Lini tengah City semakin kuat dan beragam, mendukung target treble

  • Siklus rotasi semakin efisien, baik saat kompetisi Eropa maupun domestik

  • Precise passing dan threat dari jarak jauh membuka opsi serangan baru

Kesimpulan

Tijjani Reijnders bukan sekadar rekrutan pelapis — tetapi potensi bintang pelapis yang bisa menjadi aset jangka panjang bagi Manchester City. Jika ia mampu beradaptasi dengan cepat, Reijnders bisa menjadi kunci tambahan, baik di Liga Inggris maupun ajang Eropa.
Dari Etihad, semua mata kini tertuju pada bintang baru ini — siapakah yang akan jadi starter berikutnya?

Final UEFA Conference League 2025: Real Betis vs Chelsea

Final UEFA Conference League 2025: Real Betis vs Chelsea – Pertarungan Bersejarah di Wrocław

Final UEFA Europa Conference League 2024/25 akan mempertemukan Real Betis dan Chelsea pada Rabu, 28 Mei 2025, di Stadion Wrocław, Polandia. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi kedua tim: Real Betis menjalani final Eropa pertama mereka, sementara Chelsea berpeluang menjadi klub pertama yang memenangkan keempat kompetisi utama UEFA.

Jadwal dan Lokasi Pertandingan

  • Tanggal: Rabu, 28 Mei 2025

  • Waktu Kick-off: 20:00 BST / 21:00 CET / 02:00 WIB (29 Mei)

  • Stadion: Stadion Wrocław, Polandia

Perjalanan Menuju Final

Real Betis

Dilatih oleh Manuel Pellegrini, Real Betis tampil solid sepanjang kompetisi. Setelah lolos dari fase grup dengan catatan positif, mereka menyingkirkan tim-tim kuat seperti Gent, Vitoria de Guimarães, dan Fiorentina di semifinal. Final ini menandai pencapaian tertinggi dalam sejarah Eropa klub asal Sevilla tersebut.

Chelsea

Chelsea tampil sebagai salah satu tim terkuat di kompetisi ini. Dengan skuad bertabur bintang dan racikan pelatih Enzo Maresca, mereka melaju mulus dari fase grup hingga semifinal. Kemenangan atas Djurgårdens di babak empat besar memastikan langkah mereka menuju final.

Fakta Menarik Jelang Laga

  • Real Betis akan tampil di final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.

  • Chelsea bisa menjadi klub pertama yang menjuarai Liga Champions, Liga Europa, Piala Winners, dan Conference League.

  • Kedua tim pernah bertemu sebelumnya di kompetisi UEFA, dengan Chelsea mendominasi pertemuan historis.

Prediksi Line-up

Real Betis (4-2-3-1):
Rui Silva; Aitor Ruibal, Bartra, Natan, Miranda; Guido Rodríguez, Carvalho; Antony, Isco, Abde; Willian José

Chelsea (4-2-3-1):
Petrović; Reece James, Chalobah, Badiashile, Cucurella; Caicedo, Enzo Fernández; Madueke, Palmer, Sancho; Nicolas Jackson

Komentar Jelang Pertandingan

Manuel Pellegrini optimistis bahwa timnya akan tampil tanpa rasa gentar meskipun lawan mereka berasal dari Premier League. Di sisi lain, Enzo Maresca menekankan pentingnya final ini untuk menambah lemari trofi klub dan memberikan kebanggaan kepada para pendukung The Blues.

Kesimpulan

Final ini menyajikan dua kisah besar dalam dunia sepak bola: perjalanan penuh tekad Real Betis dan ambisi Chelsea untuk menyapu bersih semua gelar UEFA. Kedua tim siap memberikan tontonan spektakuler yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola Eropa.

Hasil Crystal Palace vs Nottingham Forest 1-1 (2025)

Hasil Crystal Palace vs Nottingham Forest 1-1: Eze dan Murillo Jadi Penentu, Forest Gagal Raih Tiga Poin Krusial

London, 5 Mei 2025Crystal Palace harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Nottingham Forest dalam lanjutan pekan ke-36 Liga Premier Inggris musim 2024/2025 di Selhurst Park. Kedua tim mencetak gol di babak kedua, dengan Eberechi Eze membuka keunggulan Palace lewat penalti, sebelum Murillo menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Hasil ini membuat Forest gagal meraih poin penuh yang mereka butuhkan untuk bersaing merebut tiket Eropa, sementara Palace menunjukkan perkembangan positif di bawah pelatih baru mereka.

Babak Pertama: Palace Mendominasi, Tapi Tumpul di Depan Gawang

Pertandingan dimulai dengan intensitas yang cukup tinggi. Bermain di kandang sendiri, Crystal Palace tampil percaya diri sejak awal. Manajer Palace, Oliver Glasner, tampaknya memberikan instruksi untuk menekan lawan sejak menit pertama, terbukti dari pressing ketat yang mereka terapkan kepada lini tengah Forest.

Meski menguasai penguasaan bola, Palace belum bisa menembus pertahanan solid tim tamu. Nottingham Forest mengandalkan formasi yang lebih defensif, dengan mencoba memaksimalkan serangan balik cepat melalui sayap kanan yang diisi oleh Neco Williams dan Morgan Gibbs-White.

Palace sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan Eberechi Eze dari luar kotak penalti, namun kiper Forest, Matz Sels, tampil gemilang dan berhasil menepis bola dengan penyelamatan akrobatik.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai, dengan Palace mencatatkan 65% penguasaan bola, namun hanya menciptakan dua tembakan tepat sasaran.

Babak Kedua: Gol Penalti dan Respons Cepat dari Forest

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60. Tyrick Mitchell dijatuhkan di kotak penalti setelah berduel dengan dua pemain Forest, yaitu Dominguez dan Matz Sels. Wasit sempat membiarkan permainan berlanjut, namun setelah tinjauan VAR, penalti diberikan kepada Palace.

Eberechi Eze yang tampil sebagai eksekutor melakukan tugasnya dengan sempurna. Sepakan mendatarnya ke sudut kiri gawang tak bisa dijangkau Sels. Gol ini menjadi yang ke-10 bagi Eze musim ini di Premier League.

Namun, keunggulan Palace tidak bertahan lama. Hanya berselang empat menit, Nottingham Forest menyamakan kedudukan. Neco Williams melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, dan bola mengenai tubuh Murillo sebelum memantul ke arah yang tidak terduga dan masuk ke gawang Sam Johnstone. Skor menjadi 1-1.

Laga Tetap Panas Hingga Akhir

Setelah kedudukan imbang, kedua tim mencoba mencari gol kemenangan. Palace sempat merayakan gol Eddie Nketiah di menit ke-78, namun dianulir wasit karena offside. Sementara Forest juga memiliki peluang melalui tandukan Taiwo Awoniyi, namun bola masih melambung tipis di atas mistar.

Meski intensitas tinggi terus terjaga hingga peluit akhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil imbang ini membuat kedua tim berbagi satu poin di klasemen.

Statistik Pertandingan

Statistik Crystal Palace Nottingham Forest
Penguasaan Bola 63% 37%
Tembakan 14 9
Tembakan ke Gawang 5 3
Pelanggaran 9 13
Kartu Kuning 1 2
Sepak Pojok 7 3

Komentar Pelatih

Oliver Glasner (Crystal Palace):
“Kami mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, tapi kurang tajam di sepertiga akhir. Kami pantas menang, tapi inilah sepak bola. Saya bangga dengan bagaimana tim bermain secara kolektif.”

Nuno Espírito Santo (Nottingham Forest):
“Kami bereaksi cepat setelah tertinggal, itu hal positif. Tapi kami juga kecewa karena kami membutuhkan kemenangan. Kami harus lebih klinis dan disiplin menjelang dua pertandingan terakhir.”

Pemain Terbaik: Eberechi Eze

Eze tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Ia menjadi sumber kreativitas utama Palace dan selalu menjadi ancaman bagi pertahanan Forest. Selain gol penalti, Eze juga menciptakan tiga peluang kunci dan memenangi sebagian besar duel satu lawan satu.

Dengan performa konsisten musim ini, Eze telah mencetak 10 gol dan 7 assist di Premier League dan menjadi pusat proyek pembangunan kembali Crystal Palace di bawah Glasner.

Dampak Terhadap Klasemen

Hasil imbang ini membuat Nottingham Forest berada di posisi ke-10 dengan 51 poin dari 36 pertandingan. Peluang mereka untuk lolos ke Liga Konferensi Eropa masih terbuka, namun bergantung pada hasil tim lain seperti Brighton dan West Ham.

Crystal Palace, di sisi lain, tetap berada di posisi ke-12 namun hanya terpaut dua poin dari peringkat ke-10. Ini menjadi hasil positif mengingat mereka sempat terancam di zona degradasi awal musim lalu.

Reaksi Suporter dan Media

Suporter Palace menunjukkan antusiasme tinggi atas perkembangan tim. Di media sosial, banyak yang memuji penampilan Eze dan lini tengah Palace yang mulai menunjukkan kekompakan dan gaya main menyerang yang atraktif.

Sementara itu, pendukung Forest menunjukkan rasa frustrasi karena tim kesulitan mempertahankan keunggulan atau meraih kemenangan penting di momen-momen krusial. Beberapa kritik juga ditujukan pada rotasi pemain yang dianggap kurang optimal.

Jadwal Selanjutnya

  • Crystal Palace akan menghadapi Wolverhampton Wanderers di laga tandang pekan depan, sebuah kesempatan untuk menambah poin dan mendekati posisi 10 besar.

  • Nottingham Forest akan menjamu Chelsea, lawan berat yang sedang memburu tiket Liga Champions. Laga itu diprediksi akan menjadi penentu nasib Forest di akhir musim.

Kesimpulan

Laga antara Crystal Palace dan Nottingham Forest berakhir imbang 1-1, namun penuh drama dan tensi tinggi. Eberechi Eze kembali menjadi penentu permainan Palace, sementara Forest harus puas dengan satu poin meski sempat menunjukkan perlawanan cepat setelah tertinggal.

Kedua tim masih memiliki dua pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi di klasemen. Untuk Palace, ini adalah bukti bahwa era baru di bawah Glasner mulai berjalan positif. Sementara Forest harus segera memperbaiki konsistensi agar tidak melewatkan peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Raja Isa Beri Dukungan untuk Coach Nova (2025)

Raja Isa Beri Dukungan untuk Coach Nova: Timnas Indonesia U-17 Dinilai “On The Track”!

Pelatih asal Malaysia, Raja Isa, baru-baru ini mengungkapkan kekagumannya terhadap performa Timnas Indonesia U-17 di bawah asuhan Coach Nova Arianto. Dalam beberapa wawancara dengan media, Raja Isa memuji perkembangan permainan tim muda Indonesia yang dinilainya sudah berada “on the track”, terutama dalam perjalanan menuju Piala Asia U-17 2025.

Komentar positif ini menjadi sorotan di tengah ramainya perbincangan publik soal performa Indonesia U-17, yang baru saja melakoni pertandingan kualifikasi melawan Australia U-17.

Performa Timnas Indonesia U-17 Mencuri Perhatian

Timnas Indonesia U-17 tampil cukup solid dalam laga-laga kualifikasi Piala Asia 2025. Walau sempat menuai hasil imbang melawan Australia U-17, permainan yang ditampilkan anak-anak asuhan Coach Nova dinilai sudah jauh berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Raja Isa, yang pernah berkarier di dunia sepak bola Indonesia sebagai pelatih klub-klub Liga 1 dan Liga 2, menyebut bahwa progres ini patut diapresiasi, bukan malah dikritik secara berlebihan.

Menurutnya, dalam sepak bola usia muda, yang terpenting bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana perkembangan mental, teknik, dan pemahaman taktik para pemain.

Pesan Raja Isa: “Hentikan Bullying, Dukung Sepenuhnya”

Salah satu pesan terpenting dari Coach Raja adalah imbauan kepada publik sepak bola Indonesia untuk berhenti mencemooh Timnas U-17. Ia menekankan bahwa tekanan besar di usia muda bisa berdampak buruk pada perkembangan pemain.

“Anak-anak ini sedang dalam fase belajar. Ketika mereka berhasil menahan imbang tim kuat seperti Australia, itu adalah pencapaian besar, bukan kegagalan,” ujar Raja Isa.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam turnamen seperti ini, hasil imbang yang memastikan kedua tim lolos ke putaran final justru bisa disebut sebagai keputusan strategis, bukan tanda ketidakmampuan.

Dukungan, menurut Raja Isa, jauh lebih penting dibandingkan dengan kritik yang tidak membangun. Ia percaya, dengan motivasi dan kepercayaan diri yang tinggi, Timnas Indonesia U-17 bisa melangkah lebih jauh di kancah Asia.

Pujian Untuk Nova Arianto: Pelatih Muda Berpotensi Besar

Tak hanya pemain, Raja Isa juga memberikan pujian khusus kepada Coach Nova Arianto. Menurutnya, Nova telah menunjukkan kapasitas sebagai pelatih muda yang mampu membawa perubahan positif dalam skuad usia muda Indonesia.

“Coach Nova sangat memahami karakter pemain muda. Ia tahu kapan harus mendorong mereka lebih keras dan kapan harus melindungi mereka dari tekanan eksternal,” kata Raja Isa.

Ia juga mengamati bagaimana Nova berani memainkan skema berbeda, mengadaptasi kebutuhan pertandingan, dan membangun kekompakan tim secara perlahan namun konsisten.

Dalam pandangan Coach Raja, apa yang dilakukan Nova menunjukkan potensi besar untuk menjadi pelatih elit di masa depan.

Mentalitas Baru: Indonesia Kini Lebih Dihormati

Raja Isa juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, citra Timnas Indonesia di mata negara-negara Asia mulai berubah. Jika dulu banyak yang meremehkan, kini Indonesia mulai dipandang sebagai lawan yang serius.

Menurutnya, ini tak lepas dari perubahan budaya sepak bola di Tanah Air, yang kini lebih memperhatikan pembinaan usia muda, pengembangan teknik dasar, serta mental bertanding.

Khusus untuk Timnas U-17, Raja Isa menyebut bahwa para pemain kini tampil dengan mentalitas lebih percaya diri. Mereka tidak lagi takut melawan tim-tim besar seperti Australia, Korea Selatan, atau Jepang.

“Sekarang Indonesia bertanding dengan rasa percaya diri, bukan rasa takut. Ini perubahan besar yang harus dipertahankan,” ucapnya.

Fokus Pada Proses, Bukan Sekadar Hasil

Dalam kesempatan yang sama, Raja Isa menekankan pentingnya fokus pada proses pembinaan. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menjadi kekuatan utama di Asia membutuhkan waktu, ketekunan, dan kesabaran.

Ia mengambil contoh negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan, yang butuh puluhan tahun investasi serius di sepak bola usia muda sebelum akhirnya bisa menuai hasil di tingkat dunia.

“Indonesia punya bakat alam luar biasa. Tinggal bagaimana mengelola dan mendukung mereka dengan lingkungan yang sehat,” tegasnya.

Menurut Coach Raja, pertandingan kualifikasi seperti melawan Australia seharusnya dilihat sebagai bagian dari proses belajar. Walau hasilnya imbang, pengalaman bertanding melawan tim dengan kualitas tinggi akan sangat berharga bagi perkembangan para pemain muda Indonesia.

Harapan Untuk Piala Asia U-17 2025

Dengan lolosnya Indonesia U-17 ke putaran final Piala Asia 2025, Raja Isa berharap Coach Nova dan timnya bisa terus mempertahankan progres yang sudah dibangun.

Ia optimis Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat, selama konsistensi dalam persiapan tetap dijaga. Selain itu, ia mendorong federasi, klub, hingga publik sepak bola Indonesia untuk terus memberikan dukungan penuh tanpa tekanan negatif.

“Semua negara besar pernah melewati masa-masa sulit. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus belajar, memperbaiki diri, dan membangun masa depan. Saya yakin Indonesia ada di jalur yang benar,” tutup Raja Isa.

Kesimpulan Perkataan Raja isa

Dukungan dari pelatih asing seperti Raja Isa tentu menjadi angin segar untuk Timnas Indonesia U-17 dan Coach Nova Arianto. Di tengah kritik yang terkadang berlebihan, suara positif ini menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola usia muda adalah soal proses panjang, bukan hasil instan.

Dengan fondasi yang kuat, mentalitas baru, dan dukungan tanpa henti dari seluruh elemen sepak bola nasional, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi kekuatan baru di Asia dalam waktu yang tidak lama lagi.

Coach Nova dan para pemain muda Indonesia hanya perlu satu hal dari kita semua: kepercayaan. Mari kita dukung perjuangan mereka sepenuh hati!

Madam Pang Sampai Nangis! Federasi Sepak Bola Thailand Terlilit Utang Hingga Rp175 Miliar

Elementalatgasworks.com – Madam Pang Sampai Nangis! Federasi Sepak Bola Thailand Terlilit Utang Hingga Rp175 Miliar. Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) harus menghadapi situasi sulit ini. Karena itu, sidang Mahkamah Agung Thailand memutuskan bahwa FAT memiliki utang hingga 360 juta baht.

Presiden FAT, Nualphan Lamsam atau Madam Pang, sangat kecewa dengan keadaan ini. Bagaimana keadaan kasus ini sekarang, dan apa yang harus dilakukan?

Kasus ini bermula pada tahun 2016 silam, ketika Somyot Poompanmoung menjabat sebagai presiden FAT, FAT membuat keputusan penting tentang mengakhiri kontrak Siam Sport.

Setelah itu, ada perselisihan antara kedua pihak. Pihak Siam Sport mengajukan gugatan di pengadilan sebelum Mahkamah Agung membuat keputusan akhir. Dalam perselisihan itu, FAT kalah.

Emosi Madam Pang Gara-gara Kebijakan Jenderal Polisi Somyot

Pihak FAT memberikan keterangan publik setelah keputusan Mahkamah Agung. Madam Pang dilaporkan sangat emosional saat berbicara tentang beban uang senilai 360 juta baht, atau sekitar 175 miliar rupiah. Madam Pang bahkan sampai menangis.

Madam Pang percaya bahwa kepemimpinannya tidak bertanggung jawab atas beban utang. Dia menganggap itu sebagai utang warisan karena kebijakan Somyot yang tidak bertanggung jawab.

Madam Pang menyatakan, dikutip dari The Nations, “Saya tegaskan bahwa saya akan menuntut dewan direksi dan Jenderal Polisi Somyot.”

Selama saya menjabat, masalah tersebut tidak muncul. Wanita berusia 58 tahun tersebut menambahkan, “Saya seorang wanita yang punya perasaan, dan komentar negatif membuat saya patah semangat.”

Mateo Retegui: Raja Gol Serie A, Siap Jadi Top Skor Musim Ini?

Elementalatgasworks.com – Mateo Retegui: Raja Gol Serie A, Siap Jadi Top Skor Musim Ini? Mateo Retegui adalah striker Atalanta yang sukses di Serie A. Dia mencetak 21 gol hingga 24 Februari 2025.

Pelangannya untuk menjadi top skor musim ini sangat besar karena dia unggul enam gol atas pesaing terdekatnya, Moise Kean. Namun, perjalanan masih panjang, dan banyak hal yang tidak terduga mungkin terjadi.

Perjalanan Retegui menuju puncak Serie A adalah sesuatu yang menarik untuk disimak. Ia direkrut oleh Genoa setelah menarik perhatian Tigre, tetapi pada musim 2024/2025, ia bersinar bersama Atalanta.

Ketajamannya di depan gawang memikat tim-tim besar Italia dan tim-tim besar Eropa seperti Manchester United, Arsenal, dan Paris Saint-Germain.

Perjalanan Retegui Menuju Puncak

Retegui mengasah kemampuan di Tigre sebelum bersinar di Atalanta dengan menjadi pinjaman dari Boca Juniors. Masa peminjamannya di klub Argentina itu menjadi titik awal yang signifikan.

Ketajaman Retegui di Tigre menarik perhatian Genoa. Pada Juli 2023, ia bergabung dengan Genoa dan mencetak gol pertamanya di Coppa Italia.

Performa luar biasanya menarik perhatian Atalanta, yang merekrutnya pada Agustus 2024 dengan harga €28 juta.

Retegui menjadi andalan di lini depan sejak bergabung dengan Atalanta. Dia mencetak gol penting secara konsisten, baik di Serie A maupun di Liga Champions. Dia mencetak tiga gol dari sepuluh pertandingan Liga Champions.

Ancaman dan Peluang Retegui

Jika ia dapat tetap konsisten dan menghindari cedera, ia mungkin menjadi pemain terbaik Serie A. Kita harus menunggu kiprahnya hingga akhir musim. Di bawah ini adalah daftar pemain yang berkompetisi untuk gelar top skor Serie A:

21 gol: Mateo Retegui (Atalanta)

15 gol: Moise Kean (Fiorentina)

13 gol: Marcus Thuram (Inter Milan)

12 gol: Ademola Lookman (Atalanta)

10 gol: Lorenzo Lucca (Udinese), Lautaro Martinez (Inter Milan)

9 gol: Romelu Lukaku (Napoli), Valentin Castellanos (Lazio), Dusan Vlahovic (Juventus)

7 Gol dan 7 Pencetak Pencetak Gol Berbeda dari PSG

Elementalatgasworks.com – 7 Gol dan 7 Pencetak Pencetak Gol Berbeda dari PSG. Pada pertandingan Liga Champions melawan Brest pada Kamis (20/2) dini hari WIB, PSG bermain dengan sangat baik dan menang 7-0. Mereka mencetak tujuh gol.

Pada leg kedua babak play-off 16 Besar Liga Champions 2024/2025, PSG menjamu Brest di Parc des Princes. PSG datang ke lapangan dengan skor 3-0 setelah leg pertama.

Meskipun satu kakinya sudah berada di babak 16 Besar, PSG tetap sangat serius dalam pertandingan melawan Brest. Luis Enrique memainkan tim terbaiknya, termasuk Ousmane Dembele yang bermain sangat baik.

Namun, Dembele bukan bintang utama PSG dalam pertandingan ini. Pemain tidak memiliki penampilan yang luar biasa. PSG menang secara kolektif dengan skor 7-0, dengan tujuh pemain berbeda mencetak gol.

Sisi Spesial PSG dengan 7 Pencetak Gol Berbeda

Itu benar: tujuh pemain berbeda mencetak gol untuk PSG melawan Brest. Bradley Barcola (20′), Khvicha Kvaratskhelia (39′), Vitinha (59′), Desire Doue (64′), Nuno Mendes (69′), Goncalo Ramos (76′), dan Senny Maluyu (86′) adalah tujuh pemain.

Situasi seperti ini jarang terjadi. Apa yang dicapai anak asuhnya dalam pertandingan lawan Brest membuat Luis Enrique sangat senang.

“Itu sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Champions. Itu menunjukkan pola pikir tim kami,” kata Luis Enrique, menurut UEFA.

Menurut Luis Enrique, “Jika ada tujuh pemain yang mencetak gol yang sama, itu berarti setiap pemain telah melihat rekan setimnya dalam posisi yang lebih baik daripada mereka, itulah sebabnya kami mencetak begitu banyak gol.”

Kolektivitas di Lini Depan PSG

PSG memulai rencana baru musim 2024/2025. Meskipun mereka tidak memiliki pemain bintang seperti Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe, itu tidak berarti mereka tidak kompetitif.

Meskipun mengalami kesulitan di babak Liga, PSG akhirnya bisa lolos ke babak 16 Besar. Sementara itu, mereka bermain dengan sangat baik di Ligue 1. PSG memiliki 56 poin, unggul 10 poin dari Marseille di bawahnya.

Sekarang PSG bermain secara kolektif dan tidak bergantung pada pemain bintang, meskipun mereka memiliki Ousmane Dembele di sini. Mereka juga tidak bergantung pada Khvicha Kvaratskhelia, yang dibeli dengan harga mahal.